Sisi Lain…

 

Saya masih ingat waktu itu, dia dirawat dibangsal anak kelas 3. Usianya masih 2 bulan, tubuhnya ringkih, lebih dari 2 pekan ini bayi itu diare, batuk, sesak nafas, dan deman yang tak kunjung hilang. Sariawan di rongga mulutnya makin hari makin banyak, menyusu tidak mau.

Ibunya masih muda, tamatan SLTA. Bapaknya pun demikian, masih belia.

Dalam anamnesis orang tuanya terlihat santai, orang tua muda yang polos dan tak paham apa-apa bahkan cenderung tak peduli.

Saya meminta perawat untuk menggali lebih dalam kehidupan pribadi sampai kehidupan pribadinya, takut dia malu jika saya langsung yang menanyakan.

Dan ternyata betul, mereka menikah dini karena harus mempertanggungjawabkan janin yang sudah dikandungnya. Semasa sekolah sudah terbiasa berhubungan seksual, sering gonta ganti pasangan, yang diingat beberapa pria pernah jadi pacarnya dan hubungan suami istri adalah hal yang biasa. Saya hanya bisa tarik nafas. Ini kota kecil dan cerita sudah seperti ini.

Bapaknya pun ternyata punya kebiasaan yang sama. Wawancara terpisah dan tertutup, dia berbicara jujur. Kerjanya serabutan, saat itu dia kuli bangunan. Pendidikan tak tamat SMP, sering jajan sembarangan.

Saya hanya bisa menarik nafas lebih panjang, zaman sudah semakin gila. Dulu semuanya tabuh, dan rasa malu adalah perisai. Sekarang semua serba biasa saja, pengawasan orang tua yang tak lagi ketat dan pendidikan agama tak lagi mengakar.

Bayi itu hanya korban. Korban dari dosa-dosa orang tuanya. Penyakit itu akan dia bawa seumur hidupnya.

Dua pekan lalu, saya bertemu lagi anak itu. Kontrol rawat jalan, senyumnya merekah, dia masih ingat saya setelah beberapa kali rawat inap. Tubuhnya tak lagi kurus, dia lincah dan sehat seperti anak seusianya yang lain. Yang berbeda dia rutin kontrol dan minum ARV. Pengobatan TB nya juga sudah selesai 2 bulan lalu.

O iya, bapaknya sudah meninggal beberapa bulan lalu di bangsal penyakit dalam dengan keluhan dan gejala yang sama dengan bayinya saat itu.

Ibunya sekarang banyak senyum dan rencana akan nikah lagi, selamat…

ARV: antiretroviral, obat HIV/AIDS
TB: tuberculosis

Ahmad Hadiwijaya/Dokter Anak

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *